. . .

Welcome to my little blog. I just want to share some notes. Notes about me, my blog, and all the things I loved. I loved Taiwanese drama, Chinese drama, and mandarin songs. If you already read my post, leave your COMMENT and VOTE please. I need your opinion to be better. (^.-)/
If you want to request some notes, you can send me email, or contact me in social network. I active in FB account Lintang Nolscore. I'm waiting for you! \(^.^)/ Oh ya, don't forget to inbox me! ^^

Wednesday, 27 June 2018

To Us, From Us : Cara Kelas 18 Memperbaiki Penyesalan .

diresensi oleh notes_maker

Jika seseorang di masa mudamu memberitahumu tentang semua hasil dan penyesalan sebelumnya. Apa yang akan kamu lakukan ?

To Us, From Us (再见十八班) a.k.a. Zai Jian Shi Ba Ban adalah film China yang baru dirilis 7 Maret 2018 lalu. Masih fresh lah yaa~ saking fresh-nya, belom ada di drama wiki. Walau para pemainnya baru-baru semua, tapi film ini gak kalah bagus kok sama film bergenre school-life lainnya. Di film ini, bumbu romance hampir tidak terasa sama sekali. Ya, mungkin school-romance terlalu mainstream. Langsung aja cus, baca resensinya.

SINOPSIS (´⌣`ʃƪ)


To Us, From Us dibuka dengan scene seorang murid lelaki bernama Chen Song (Ke Yanxi) bersiap untuk berangkat sekolah. Chen Song hanya tinggal bertiga dengan kakek dan neneknya. Setiap hari, Chen Song berpura-pura menjadi “anak baik” di depan kakek neneknya. Di luar rumah, Chen Song adalah ketua geng cowok dari Kelas 18, Senior 2 – Wutong Middle School.

Kelas 18, adalah kelas terakhir yang diisi oleh murid-murid bermasalah dalam akademik maupun non-akademik. Murid kelas 18 selalu dicap sebagai murid-murid buangan. Mereka selalu berbuat onar, memalak anak kelas lain, mencontek, bahkan puluhan guru tak kuat untuk mengajar mereka. Kelas 18 terbagi atas geng cowok dan geng cewek. Chen Song sebagai ketua geng cowok, memiliki 4 anak buah yang setia yaitu Xuan, Hu Go, Jia Wei, dan si rambut pirang (aku lupa nama karakternya) haahhaaaa. Di samping itu ada geng cewek yang diketuai oleh Miao Miao (Xiong Jingwen).


Suatu hari Chen Song mendapat surat dalam botol. Dia membaca isi surat tersebut dengan lantang di dalam kelas. Dia dan teman-temannya mengira surat itu berisi pesan cinta, tapi ternyata bukan. Pesan tersebut adalah pesan dari diri mereka dimasa depan yang penuh dengan penyesalan. Surat tersebut meminta Kelas 18 untuk melakukan 3 hal yang bisa dibilang mustahil untuk dilakukan. Pertama, mereka harus memenangkan kompetisi antar kelas di sekolah. Kedua, melaksanakan ujian akhir dengan seksama. Terakhir, membuat lebih banyak momen indah bersama Guru Ruimin Tan. Siapa itu Ruimin Tan?
Ketika rasa cinta ini berubah menjadi memori yang indah,
.Yang tersisa denganku hanyalah rasa sakit yang terlalu dalam
Ruimin Tan (Hai Qin) adalah guru matematika terbaik yang ada di Wutong Middle School. Biasanya dia menjadi wali Kelas 1 (kelas anak pinter), namun kepala sekolah tiba-tiba memindahkan Guru Tan menjadi wali Kelas 18. Setiap ada wali kelas baru, geng cowok dan geng cewek Kelas 18 akan bersaing untuk membuat sang wali kelas mengundurkan diri. Di hari pertama Guru Tan memasuki kelas, geng cewek hampir membuat ruang guru terbakar.

Semakin hari, siasat Chen Song dkk untuk mengerjai Guru Tan semakin hebat. Sampai suatu ketika, Chen Song dan Miao Miao tersadar, semua hal yang mereka lalui tertulis jelas di surat dalam botol yang Chen Song dapatkan bulan lalu. Mereka pun mulai mempercayai surat tersebut. Hal selanjutnya yang tertulis dalam surat adalah Kelas 18 tidak menang dalam kompetisi antar kelas. Setelah membaca itu, Chen Song, Miao Miao, Hu Go, Xuan, dan teman-teman kelas yang lain bertekad untuk memenangkan kompetisi antar kelas.


Kekompakan di Kelas 18 mulai terbentuk. Dari belajar senam, sampai membuat kelas menjadi “hijau” pun dilakukan bersama-sama. Guru Tan sangat bahagia melihat perubahan dari semua anak didiknya. Penilaian terakhir dari kompetisi antar kelas adalah kebersihan. Kelas 18 harus mendapatkan nilai tertinggi untuk dapat mengalahkan Kelas 1 yang menjadi rival mereka. Jika mereka menjadi juara, maka ini adalah pertama kalinya bagi Kelas 18 mendapatkan piala. Akankah mereka merubah hal yang terlihat tak mungkin menjadi mungkin? menjuarai kompetisi antar kelas? Lalu bagaimana dengan dua permintaan surat lainnya? Akankah berakhir bahagia, atau kembali menjadi penyesalan?
Untuk saat ini,
Hanya satu hal yang ada di benakku, berlari satu langkah lebih cepat dari masa depan, lebih dulu datang ke rumah sakit. Dengan begitu kami mungkin bisa merubah fakta bahwa Guru Tan akan meninggalkan kami. – Chen Song
KESAN PERTAMA

Momen liburan pas banget buat seharian nonton drama atau film. Meluncurlah aku ke web streaming film, buat nyari Take Me to The Moon (Vivian Sung – Jasper Liu), udah nemu eh ternyata subtitle nya korea. Buset dah, padahal aku udah nungguin dari desember 2017. Alhasil aku cari film lain, nemu lah film To Us, From Us ini. Lihat para pemerannya asing semua, sempet ragu sih tapi tetap lanjut nonton.

Di menit-menit pertama (adegan Chen Song ganti style berpakaian dari rapih ke begajulan), aku langsung mikir film ini kayaknya bakal seru. Film tetang surat dari masa depan mengingatkan aku sama film jepang popular berjudul Orange. Sebagian dari pengyoumen pasti tahu lah ya, secara itu film booming banget. Bedanya kalau di flm Orange fokus pada 6 orang sahabat, sedangkan kalau di film To Us, From Us fokus pada hubungan murid dengan guru.


Judul film To Us, From Us sebenarnya sudah cukup menggambarkan isi filmnya. Kelas 18 berusaha memenangkan kompetisi antar kelas, dan belajar dengan giat, bukan semata-mata karena surat itu. Semua hal tersebut mereka lakukan untuk mereka sendiri, untuk memperlihatkan eksistensi mereka, untuk membuktikan bahwa Kelas 18 memiliki keunggulan tersendiri. Mereka yang selama ini dicap sebagai murid buangan hanya perlu pasokan kepercayaan diri untuk menjadi yang terhebat. ^^
Kelas 18 memang buruk dalam pelajaran, tapi mereka tulus kepada teman-teman mereka, memahami keluarga mereka, berani dan jujur. Aku yakin mereka akan menjadi manusia dewasa yg luar biasa dimasa depan – Guru Tan
KARAKTER-KARAKTER


Chen Song (Ke Yanxi) adalah seorang anak tunggal. Chen Song tinggal bersama kakek dan neneknya bukan karena orangtuanya sudah tiada tetapi karena orangtuanya sudah tidak peduli dengannya. Di waktu sekolah dasar tepat di hari ulang tahun Chen Song, orangtuanya bertengkar hebat karena Chen Song dituduh mencontek dan mencuri kertas ujian. Sejak saat itu, Chen Song membenci hari ulang tahunnya.

Miao Miao (Xiong Jingwen), sang ketua geng cewek Kelas 18 ternyata memiliki hidup yang cukup kelam. Dia adalah anak di luar nikah dari orang terkemuka di China, hal tersebut membuatnya harus terus-menerus berpindah tempat dan mengganti namanya. Dia memiliki trauma terhadap bullying. Ketika berita tentangnya bocor, dia bisa melewatinya berkat perlindungan Kelas 18. Scene pas Miao Miao keluar dari tempat persembunyian, kayak artis beserta para pengawal.  Mana slow motion pula, Hahaha


Ruimin Tan (Hai Qin) adalah satu-satunya guru yang berhasil menaklukkan Kelas 18. Setelah 37 guru lain memilih untuk mengundurkan diri, Guru Tan malah semakin nyaman dengan Kelas 18. Sebagaimana kalimat “Guru adalah orangtua di sekolah”, Guru Tan menjadi orangtua yang sangat pengertian. Dia mendekati Chen Song dkk dengan strategi yang hebat. Dia menyusup dan menjadi “hantu” di internet, demi memantau anak-anak didiknya. Dia memiliki seorang istri yang merupakan senior dari Kelas 18 dan seorang anak bernama Shu Tong (Deng Mengshi).

Jia Wei (Cheng Zongxi), seorang murid yang sangat menyukai matematika tetapi keterbatasan ekonomi yang membuatnya tidak masuk sekolah selama sebulan. Jia Wei adalah satu-satunya murid di Kelas 18 yang gondrong, dan pake bando. Jing Xuan (Dan Zhichao), cowok yang katanya punya muka yang mumpuni buat ngegaet cewek-cewek. Di setiap film pasti ada sosok yang menghadirkan komedi, itulah si rambut pirang dan Hu Go. Kalau geng cewe ada Wu Di, Jia Yang, dan An Ke , tapi geng cewe ini kurang terekspos.

HAL YANG KURANG DARI FILM


Ada beberapa hal yang menurutku kurang greget dari film To Us, From Us ini. Yang pertama, ada adegan-adegan yang agak aneh dan kurang relevan sama adegan sebelumnya (kayak ada yang hilang gitu). Contohnya, momen ketika Kelas 18 pergi bermain ke pantai bersama Guru Tan. Mereka mulai ngobrol sebentar, kemudian mereka diam. Eh tahu-tahu, Chen Song dkk menggotong Guru Tan mendekati air laut. Sebenernya itu adegan yang sangat umum, dan biasanya adegan itu menjadi adegan yang manis untuk dilihat. Tapi kali ini, aku sebagai penonton setia ngerasa ada yang miss aja gitu. Ada lagi, pas Shu Tong ada di kamar hotel nunggu Jia Wei. Padahal di adegan-adegan sebelumnya, tidak ada tanda-tanda kalau Shu Tong dan Jia Wei berhubungan. Walaupun mereka terlihat mengagumi satu sama lain, tapi gak ada adegan mereka ngobrol, ya masa langsung mesen kamar hotel berdua. wkwkwk

Selain banyak adegan yang miss, di film ini juga kurang dibumbui oleh lagu-lagu atau instrumental musik. Menurutku ini poin minus yang cukup besar, karena salah satu senjata paling ampuh untuk menggiring perasaan penonton adalah musik. Banyak adegan dari beberapa film, drama, atau MV yang masih lengket banget di ingatanku, padahal sudah bertahun-tahun lamanya sejak pertama kali aku lihat. Ya itu karena setiap aku mendengar soundtracknya, seakan terbayang lagi adegan-adegannya. Kira-kira perlukah aku bikin list ost yang keren-keren?

KESIMPULAN
Shame is the source of motivation – Guru Tan
Walaupun ada beberapa aspek minus yang sudah aku jelaskan diatas, film To Us, From Us tetaplah film yang bermakna. Bagaimana persahabatan bisa meruntuhkan segala gambaran negatif yang sebelumnya melekat pada murid Kelas 18. Adegan-adegan pas Kelas 18 mengerjai Guru Tan menggunakan kertas ujian mereka, asli kocak banget. Momen paling memorable di film ini adalah pas Guru Tan marah-marah, dan pas Kelas 18 berlari ke rumah sakit. Recommended banget untuk ditonton. Pengyoumen bisa tonton filmnya di link _To Us, From Us . Oh ya, ini engsub ya.


Four Notes, untuk bando Jia Wei yang terlihat berkilauan. Hahaahaaaa

        ^ - - - - - - - - - - ^



No comments:

Post a Comment

Hello, Pengyoumen~
I'd like to say thank you for visit my little blog, read my notes. Hope we can be friend although we aren't face to face. Please enjoy. If any question or comment you want me know, write here (^.^)/
Teman-teman sebangsa dan setanah air~
Kalau kalian ada pertanyaan yang masih terpendam dalam hati, tentang blog mini milikku atau ingin lebih tahu tentang dunia mandarin lovers. silahkan tulis disini. <(~,^)/
-
Don't forget to write your name,
Tinggalkan namamu, buat arsip. Hehehee~