. . .

Welcome to my little blog. I just want to share some notes. Notes about me, my blog, and all the things I loved. I loved Taiwanese drama, Chinese drama, and mandarin songs. If you already read my post, leave your COMMENT and VOTE please. I need your opinion to be better. (^.-)/
If you want to request some notes, you can send me email, or contact me in social network. I active in FB account Lintang Nolscore. I'm waiting for you! \(^.^)/ Oh ya, don't forget to inbox me! ^^

Friday, 18 April 2014

You Are The Apple of My Eye : Bermimpi Selama Delapan Tahun, dan Terbelenggu Seumur Hidup .

diresensi oleh notes_maker



Judul Asli : 那些年,我們一起追的女孩
Judul Novel : You Are the Apple of My Eye
Penulis : Giddens Ko
Penerjemah : Stella Angelina dan Fei
Penyunting : NyiBlo
Desainer Cover : Dedi Andrianto
Penerbit : Haru
Cetakan kedua, April 2014
Tebal : 350 halaman
ISBN : 978-602-7742-28-4
Harga : Rp. 63.000,00
Notes : ✦✦✦✦


Kau sangat kekanak-kanakan – Shen Jiayi
Sedikit pun kau tidak berubah, nenek yang keras kepala – Ke Jingteng

Semua berawal saat Ke Jingteng, seorang siswa pembuat onar, dipindahkan untuk duduk di depan Shen Jiayi, supaya gadis murid teladan itu bisa mengawasinya. Ke Jingteng merasa Shen Jiayi sangat membosankan seperti ibu-ibu, juga menyebalkan. Apalagi, gadis itu selalu suka menusuk punggungnya  saat ia ingin tidur di kelas dengan pulpen hingga baju seragamnya jadi penuh bercak tinta. Namun, perlahan Ke Jingteng menyadari, kalau Shen Jiayi adalah seorang gadis yang sangat spesial untuknya.

Karena masa mudaku, semua adalah tentangmu...

\(^o^)>

Mereka duduk depan belakang.
Titik-titik biru mulai menodai bagian belakang baju seragam si anak lelaki.
Ketika ia menoleh, senyuman si gadis membuat si anak lelaki bermimpi selama delapan tahun, dan terbelenggu seumur hidup.

Prolog yang luar biasa di halaman pertama novel semi-autobiografi karya seorang penulis sastra Cina kontemporer, Giddens Ko. You are the apple of my eye merupakan novel terjemahan mandarin pertama yang diterbitkan oleh Penerbit Haru. Novel ini telah diangkat menjadi sebuah film layar lebar dengan judul yang sama dan menjadi box office di Taiwan, Hongkong, Singapura, dan Cina.
Novel ini mengisahkan tentang perjalanan cinta seorang lelaki bernama Ke Jingteng. Delapan tahun ia lalui hanya untuk mengejar seorang perempuan pintar dan dewasa bernama Shen Jiayi. Perjalanan cinta ini berawal di kelas seni 2A SMP Jingcheng, Changhua. Ke Jingteng, si pembuat keonaran masuk dalam daftar hitam dan harus duduk seorang diri di pojok ruang kelas. Kesendirian  tidak membuatnya lantas berdiam diri. Ia tetap saja membuat para guru marah, terutama Guru Lai yang merupakan wali kelas seni 2A. Atas tindakannya itu, ia harus rela tempat duduknya berpindah ke depan Shen Jiayi.

Shen Jiayi, seorang murid perempuan yang cantik nan pintar. Ia adalah primadona di kelasnya, tak heran banyak murid lelaki menyukainya. Pada awalnya Ke Jingteng tak memiliki persaan apapun, namun tak terduga tempat duduk itu dapat menjatuhkan hatinya pada Shen Jiayi. 

Kala cinta tidak bisa membuat orang berubah menjadi seseorang yang tidak biasanya, maka keajaiban cinta yang semacam itu sungguh terlalu lemah. (YAtAoME, hlm 177)
Perpindahan tempat duduk tersebut benar-benar membuat Ke Jingteng berubah. Ia sudah jarang membuat lelucon atau pun bentuk keonaran lainnya. Karena Shen Jiayi akan mengatakan bahwa Ke Jingteng sangat kekanak-kanakan. Setiap kali ia ingin tidur di kelas, Shen Jiayi akan menusuk punggungnya dengan pena hingga ia terbangun karena kesakitan. Shen Jiayi juga senantiasa membimbingnya untuk belajar.
Tak peduli sekarang atau dulu, nilai adalah hal penting yang menjadi tolak ukur seorang guru terhadap muridnya. (YATAoME, hlm 21)
“Pulang bersama”, entah muncul di kehidupan mana pun, kedua kata ini memiliki arti yang romantis. “Bersama” mewakili hal  yang tidak bisa dilakukan sendiri, “pulang” berarti kembali ke kehangatan. (YATAoME, hlm 74)
Suatu ketika Guru Lai kembali memindahkan tempat duduk Ke Jingteng. Itu membuat kebersamaan Ke Jingteng dengan Shen Jiayi memudar, ditambah lagi dengan keberadaan Li Xiaohua. Interaksi Ke Jingteng dan Li Xiaohua yang begitu intens membuat mereka terjalin dalam suatu hubungan cinta. Namun, tanpa alasan yang jelas Li Xiaohua menghilang dari kehidupan Ke Jingteng. Ke Jingteng pun masuk dalam jurang kesedihan.

Hari-hari berlalu, tak terasa Ke Jingteng telah memasuki masa SMA. Ke Jingteng yang telah sepenuhnya bangkit dari kesedihan, mulai mengejar kembali Shen Jiayi. Dibantu oleh Xu Bochun, satu-satunya teman Ke Jingteng yang tak pernah menyukai Shen Jiayi. Setiap malam Ke Jingteng diam-diam menemani Shen Jiayi belajar di sekolah. Kerbersamaan mereka pun terjalin seperti dahulu.
Yoko punya Bibi Lung, aku punya Shen Jiayi. Yoko punya Dragon Flower, aku punya xiaoerduo. Yoko punya elang, aku punya Xu Bochun. Semua ini memang sudah ditakdirkan! (YAtAoME, hlm 214)
Kebersamaan ini tak lantas menyingkirkan seluruh pesaing-pesaing cintanya. Terutama A He, seorang murid lelaki yang memiliki pemikiran dewasa dan pintar. A He adalah rival tertangguh bagi Ke Jingteng dalam mendapatkan Shen Jiayi. A He memiliki beberapa cara agar dapat menjalin kedekatan dengan Shen Jiayi. Namun, hal tersebut tidak cukup ampuh untuk membuat Ke Jingteng menyerah. Cara-cara terselubung yang dilakukan Ke Jingteng, membuatnya lebih unggul dari A He.
Setiap perempuan adalah lentera hidup kami. Mereka menerangi setiap kegilaan kami untuk mengerjar cinta. Membantu kami, beberapa bocah lelaki, setahap demi setahap tumbuh menjadi lelaki sejati. (YATAoME, hlm 149)
Masa SMA ini, adalah masa dimana momen-momen indah Ke Jingteng dan Shen Jiayi terjalin dengan begitu sempurna. Tiga tahun bersama di SMA Jingcheng, tibalah saat berpisah. Ke Jingteng dan Shen Jiayi melanjutkan pendidikan di universitas yang berbeda. Di masa kuliah inilah, Ke Jingteng mengungkapkan perasaannya pada Shen Jiayi. Di masa kuliah ini juga muncul konflik yang menentukan akhir cerita cinta Ke Jingteng dan Shen Jiayi. Bagaimana akhir perjalanan cinta mereka?
Delapan tahun menyukai membuat kami memiliki hubungan yang dalam.
Mungkin tidak sedekat pasangan, tetapi lebih dekat dari seorang teman.
Itu adalah belenggu. (YATAoME, hlm 291)
<(^o^)9

Setiap lihat novel ini di toko buku, selalu teringat film adaptasinya You Are The Apple of My Eye. Ini adalah novel pertama yang menarik perhatianku di toko buku, dan novel pertama yang aku beli dengan uangku sendiri. Hahahaa jujur dahulu aku bukanlah penikmat novel, aktivitasku lebih banyak ke toko kaset dibanding toko buku. Namun, novel inilah yang membuatku berani membelinya. Awalnya aku agak ragu untuk membelinya, karena covernya ada liner daun hijau yang menurutku agak gimana gitu. Namun mengingat  adaptasi yang begitu luar biasa, aku memantabkan diri untuk membelinya.  


Giddens Ko menuliskan karakter Ke Jingteng dengan sangat apik dan mendalam. Sudut pandang pertama dari Ke Jingteng membuat para pembaca seakan-akan masuk ke dunia Ke Jingteng. Sangat banyak momen-momen indah Ke Jingteng dan Shen Jiayi tergambarkan dalam novel ini. Salah satu yang paling aku suka adalah akhir dari perjalanan cinta mereka. Suatu pesan sederhana namun begitu tulus teruntai dalam momen terakhir ini.

 Kisah semi-autobiografi ini sangat menarik, kejadian-kejadian yang terangkai membentuk suatu alur yang sangat berkesan. Novel ini saya rekomendasikan bagi para pejuang cinta yang membutuhkan semangat. Novel ini tak hanya menceritakan tentang cinta, juga tentang persahabatan. Sedikit bumbu humor dari Giddens Ko membuat novel ini berbeda dari kisah cinta lainnya. Novel ini sangat terkenal bahkan film adaptasi novelnya mencapai keuntungan 500 juta dollar di Taiwan lho. Itu baru di Taiwan, belum di Hongkong, Singapore, dan negara lainnya. Love it too much .

Dalam novel ini, diceritakan Ke Jingteng menulis lagu bagi Shen Jiayi lho. Ada beberapa lagu yang udah bisa kalian dengerin di dunia nyata ini. Lagu The Lonely Caffeine dinyanyikan oleh Kaiko dan Those Years yang dinyanyikan oleh Hu Xia. Oh ya, aku juga sangat suka lembaran-lembaran terakhir novel ini. Dimana ditulis banyak public figur Taiwan yang merekomendasikan novel ini lho. Salah satu yang aku suka adalah komentar dari Greeny Sodagreen. Vokalis favoritku~
Meskipun pada akhirnya cinta itu tidak membuahkan hasil, tetapi selama pernah berkembang, warnanya tetap cerah. (YAtAoME, hlm 309)
Five notes untuk perjalanan cinta Ke Jingteng dan Shen Jiayi yang terukir dalam You Are The Apple of My Eye. Pokoknya, Pengyoumen~ harus baca novel ini. Aku, bersama Kingone Wang dan Greeny Sodagreen sangat merekomendasikan You Are The Apple of My Eye untuk menempati sisi terbaik rak buku Pengyoumen~ (´⌣`ʃƪ)

No comments:

Post a Comment

Hello, Pengyoumen~
I'd like to say thank you for visit my little blog, read my notes. Hope we can be friend although we aren't face to face. Please enjoy. If any question or comment you want me know, write here (^.^)/
Teman-teman sebangsa dan setanah air~
Kalau kalian ada pertanyaan yang masih terpendam dalam hati, tentang blog mini milikku atau ingin lebih tahu tentang dunia mandarin lovers. silahkan tulis disini. <(~,^)/
-
Don't forget to write your name,
Tinggalkan namamu, buat arsip. Hehehee~