. . .

Welcome to my little blog. I just want to share some notes. Notes about me, my blog, and all the things I loved. I loved Taiwanese drama, Chinese drama, and mandarin songs. If you already read my post, leave your COMMENT and VOTE please. I need your opinion to be better. (^.-)/
If you want to request some notes, you can send me email, or contact me in social network. I active in FB account Lintang Nolscore. I'm waiting for you! \(^.^)/ Oh ya, don't forget to inbox me! ^^

Friday, 26 February 2016

Endless Love : Lukisan Pertautan Benang Merah .

diresensi oleh notes_maker


Judul Asli : 愛無限
Judul Novel : Endless Love
Penulis : Wu Xiao Yue
Penerjemah : Jeanni Hidayat
Penyunting : Arumdyah Tyasayu
Desainer Cover : Angelina Setiani
Penerbit : Haru
Cetakan pertama, Januari 2015
Tebal : 278 halaman
ISBN : 978-602-7742-44-4
Notes : ✦✦✦✦▾
Mereka dipertemukan oleh seutas benang merah.

Bermula dari suatu kejadian yang melibatkan benang merah, kenangan-kenangan manis di antara mereka pun perlahan terukir. Namun, seiring dengan berlalunya waktu, salah seorang dari mereka memilih untu mengubur kenangan itu dalam-dalam.

Siapa yang mengira Liang Jing Hao, laki-laki dingin perwakilan perusahaan Red Line Soft Tech yang berhati dingin itu, dulunya adalah pria yang selalu penuh dengan tawa?

Dan siapa juga yang menyangka bahwa Song Rui En, pelukis jalanan yang selalu menunggu di depan bandara itu, dulunya adalah wanita yang hidup dalam kemewahan?

Saat mereka bertemu kembali, dapatkan kenangan tentang benang merah itu menghadirkan kebahagiaan bagi kedua orang tersebut?

Atau… malah sebaliknya?
<(^o^)/
Seutas benang merah mengikat keduanya dengan begitu erat.
Semua bermula dari dirinya yang tanpa sengaja menarik rok merah wanita itu.
            Sebuah pembuka yang menarik, membuat pembaca menjadi semakin penasaran dengan novel Endless Love ini. Endless Love merupakan salah satu novel mandarin yang telah diadaptasi menjadi sebuah serial drama berjudul sama. Drama adaptasinya diperankan oleh penyanyi ganteng Willber Pan dan aktris cantik Sandrine Pinna. Ini adalah kisah tentang sepasang manusia yang mempercayai untaian legenda benang merah.
Pria dan wanita yang sudah terhubung oleh benang merah, betapa pun keduanya saling membenci dan mendendam, pada akhirnya akan tetap menikah, menjadi sepasang suami istri. (Endless Love, hlm 67)
           Liang Jing Hao, seorang pria dengan kehidupan yang cukup sulit terpaut benang merah dengan seorang wanita manja bernama Song Rui En. Pertemuan pertama mereka terjadi di suatu pasar malam. Rok merah Rui En tak sengaja tertarik kereta dagangan milik Jing Hao. Mereka pun bertemu dan benang merah antara mereka mulai terikat sejak malam itu.

           Rui En, memiliki kehidupan yang bertolak belakang dengan Jing Hao. Rui En merupakan anak tunggal dari seorang pengusaha sukses, sedangkan Jing Hao hidup bersama ayahnya yang mengalamu depresi. Perbedaan ini membuat kesalahpahaman terus menyelimuti mereka. Namun, semua berubah saat Rui En mulai menilik ke dalam kehidupan Jing Hao. Rui En mulai menyadari bahwa ia merasakan sesuatu yang belum pernah ia alami. Cinta.
Bagaimana ini? Siapa yang bisa mengajari cara memperbaiki jantung yang yang sudah rusak ini? Kalau berdetak kencang begini terus, bisa-bisa aku kena strok. (Endless Love, hlm 107)
          Rui En sempat ragu dengan perasaannya, karena sejak kecil ia percaya akan sesuatu. Ia percaya benang merahnya terikat pada sosok Min Shuo, pendamping masa kecilnya. Ketika ragu itu hilang, ia tak sungkan untuk mengungkapkan perasaannya pada Jing Hao. Kerterbukaan Rui En membuat sang benang merah semakin terikat kuat.

          Kisah cinta mereka berjalan dengan indah, sampai Jing Hao menghilang di hari pernikahannya. Tiga tahun berlalu hingga mereka bertemu kembali. Jing Hao dan Rui dalam kondisi yang berbeda. Namun, penantian dan kerinduan mempertemukan sepasang manusia ini. Di suatu jalan yang dipenuhi bingkai kenangan, Rui En dan Jing Hao bertemu.
Walaupun benang merahnya sudah hampir putus, tetapi tetap saja hal ini tidak dapat memutuskan rasa rindunya yang begitu dalam terhadap Rui En. (Endless Love, hlm 9)
          Pertemuan yang tak terduga, dan begitu menyesakkan hati. Ini mungkin menjadi kesempatan mereka untuk membuka kesalahpahaman yang lalu. Namun akankah mereka mengambil kesempatan ini? Ataukah kembali berlalu . .
Selama tiga tahun ini, di dalam mimpiku,
aku selalu berlari kepadamu dengan sekuat tenaga. (Endless Love, hlm 172)
(*゚ー゚)

          Aku sempat kaget, saat mengetahui bahwa serial drama Endless Love merupakan hasil adaptasi dari sebuah novel. Entah sudah berlalu berapa tahun, saat aku menonton serial drama tersebut. Nah, beruntungnya aku dapat membaca novel Endless Love terbitan Penerbit Haru. Setelah membaca novel ini, aku mengetahui sifat dan watak tokoh Liang Jing Hao dan Song Rui En yang diciptakan oleh sang penulis.
           

          Sang penulis, membentuk tokoh Jing Hao sebagai seorang pria yang bertanggung jawab dan tangguh. Walaupun, di sisi lain ia juga tersirat sebagai sosok yang rapuh. Kehidupan yang ia jalani begitu berat semenjak kematian ibundanya. Sedangkan, Rui En bermetamorfosis dari wanita manja menjadi wanita mandiri. Aku menyukai cara penulis menyatukan dua tokoh yang notabene nya memiliki lingkungan yang berbeda. <(^0^)/

Bagi diriku, visualisasi tokoh Jing Hao dan Rui En tercipta sangat detail dalam serial drama dibanding versi novelnya. Mungkin hal ini disebabkan sebuah serial drama memiliki banyak episode sehingga memungkinkan cerita terekplor dengan luas. Namun dengan membaca novelnya, kita juga dapat merasakan alur cerita yang indah antara Jing Hao dan Rui En.
Ternyata.
Ketika jantung lupa berdetak, akan terasa sangat menyakitkan. (Endless Love, hlm 111)
           Secara keseluruhan, aku menyukai novel ini. Penerjemah menyisakan kata-kata mandarin dan mengubahnya dalam bentuk pinyin. Jadi serasa membaca fan fiction mandarin. Sebenarnya agak terusik dengan kaki tokoh pria di cover yang terlalu panjang dan kurus. Tapi, itu tidak terlalu mempengaruhi mood baca ku. Alangkah baiknya jika novel ini ada kelanjutannya.
Karena aku sangat tegar, jadi Tuhan akhirnya menghadiahkanku dirimu yang begitu indah… menghadiahkanmu padaku. (Endless Love, hlm 22)
Four point five notes untuk bang bang tang yang berani menjelma menjadi hong xian. Juga untuk sang pelukis jalanan yang begitu setia menunggu di bandara. Semoga dimana pun kita berada, sisi lain benang merah akan segera muncul. Aamiin hehehe (´⌣`ʃƪ)

No comments:

Post a Comment

Hello, Pengyoumen~
I'd like to say thank you for visit my little blog, read my notes. Hope we can be friend although we aren't face to face. Please enjoy. If any question or comment you want me know, write here (^.^)/
Teman-teman sebangsa dan setanah air~
Kalau kalian ada pertanyaan yang masih terpendam dalam hati, tentang blog mini milikku atau ingin lebih tahu tentang dunia mandarin lovers. silahkan tulis disini. <(~,^)/
-
Don't forget to write your name,
Tinggalkan namamu, buat arsip. Hehehee~